Jumat, 27 Februari 2015

Jual Batubara Antrasit - Harga Batubara Antrasit

Jual Batubara Antrasit - Harga Batubara Antrasit

Jual Batubara Antrasit - Harga Batubara Antrasit

PENGENDALIAN PENCEMARAN EMISI CEROBONG ASAP PABRIK
    Di dalam sebuah pabrik, pengendalian pencemaran udara terdiri dari dua bagian yaitu penanggulangan emisi debu dan penanggulangan emisi senyawa pencemar. 
Cerobong
-    Fungsi: menghasilkan isapan alamiah  unt uk  mengalirkan gas asap ke luar dari mesin uap dengan kecepatan tertentu, mengatasi kerugian gesekan aliran gas asap yang terjadi, mulai dari rangka bakar atau pembakar (burner), hingga ke luar  dari cerobong, diharapkan setinggi mungkin sehingga tidak mengganggu lingkungan sekitarnya.
-    Tarikan paksa diperlukan jika ketinggian maksimum cerobong tidak mampu mengalirkan gas asap atau cerobong memang tidak terlalu tinggi.
Ventilator
-    Fungsi: menciptakan isapan paksa.
Tiga jenis sistem tarikan paksa, yaitu;
-    sistem tarikan tekan; fan dipasang sebelum ruang bakar.
-    sistem tarikan isap; fan dipasang sebelum cerobong
-    sistem tarikan  kombinasi; 2 fan dipasang sebelum ruang bakar dan  sebelum cerobong.
Penanggulangan dengan Alat ECO-SO2
    ECO (Electric Catalyc Oxidation)?SO2 ialah sejenis alat kontrol polusi udara yg diproduksioleh Powerspan Corporation untuk mengurangi polusi atau menghilangkan polutan udara akibat beroperasinya  PLTU yang berbahan bakar batubara (coal), khususnya pada buangan sulphur (SO2). ECO?SO2 dipasang dalam instalasi PLTU setelah ESP (electronic  procipitator) & sebelum buangan dialirkan melalui cerobong asap.
    Pemakaian ECO-SO2 dalam kondisi tertentu menjadi mendesak setelah aturan ketat lingkungan diberlakukan. Sebab selain banyak & murah, ternyata batubara menimbulkan polusi udara besar pada lingkungan. Sebagai gambaran sebuah PLTU 500 MW yang membakar 225  ton  batubara /jam, akan membuang 108 ton abu ? 432 ton fly ash ? 288 ton SO2 dan 20 ton Nox perhari. Masih mending fly ash masih laku dijual untuk digunakan pabrik semen  sebagai bahan campuran beton mutu tinggi. Selama ini kontrol emisi buangan PLTU dilakukan hanya dengan cara;
-    Menggunakan batubara yg mengandung sulphur rendah
-    Menangkap kembali sulphur dari cerobong gas, sebelum dibuang lewat chimney.
-    Sedang kontrol Nox dilakukan dengan pembakaran pada suhu lebih rendah, karena pada suhu tersebut lebih sedikit Nox terbentu
Penanggulangan dengan Alat Koagulasi Listrik
    Asap dan debu dari pabrik/industri dapat digumpalkan dengan alat koagulasi listrik dari Cottrel. Asap dari pabrik sebelum meninggalkan cerobong asap dialirkan melalui  ujungujung logam yang tajam dan bermuatan pada tegangan tinggi (20.000-75.000). Ujung-ujung yang runcing akan mengionkan molekul-molekul dalam udara. Ion-ion  tersebut akan diadsorbsi  oleh partikel asap  dan  menjadi  bermuatan.
    Selanjutnya, partikel  bermuatan itu  akan tertarik  dan  diikat  pad  aelektroda  yang lainnya. Pengendap  Cottrel ini banyak digunakan dalam industri untuk dua tujuan yaitu, mencegah udara oleh buangan beracun atau memperoleh kembali debu yang berharga (misalnya debu logam)).ECO-SO2 dikatakan  mampu  menurunkan kadar polusi udara dari  masing-masing polutan sbb:
-    SO2 (sulphur) yangg dapat mengakibatkan hujan asam, sampai 99%
-    Nox (nitrogen) sampai 90%
-    Hg (air raksa) yang mengakibatkan sesak napas/asma, antara 80 s/d 90%
-    Partikel lain yang mengotori air serta ikan & tanah, sampai 90%

    ECO ?SO2  dipasang  dalam  instalasi PLTU setelah ESP (electronic procipitator) & sebelum buangan dialirkan melalui cerobong asap. Pemakaian ECO-SO2 menjadi mendesak setelah aturan ketat lingkungan diberlakukan. Sebab selain banyak & murah, ternyata batubara menimbulkan  polusi udara  besar  pada  lingkuangan.  Sebagai gambaran sebuah PLTU 500 MW yang  membakar  225  ton  batubara/jam,  akan membuang 108 ton abu? 432 ton fly ash?288 ton SO2 dan 20 ton Nox perhari. Masih mending fly ash masih laku dijual untuk  digunakan pabrik semen sebagai  bahan campuran beton mutu tinggi. Selama ini kontrol emisi buangan PLTU dilakukan hanya dengan cara:
-    Menggunakan batubara yg mengandung sulphur RENDAH
-    Menangkap kembali sulphur dari cerobong gas, sebelum dibuang lewat chimney.
-    Sedang kontrol Nox dilakukan dengan pembakaran pada suhu lebih rendah, karena pada suhu tersebut lebih sedikit Nox terbentuk.

Untuk info dan pemesanan hubungi :

022-7239019
0821 4000 2080
0856 2476 9005
0857 2352 9677
0813 2259 9149

 
Pin BB: 29d2de88
              32dbbfbo


e-Mail:
adywater@gmail.com

Kantor :

Surabaya :

Jalan S. Parman IVA No.8 Waru Sidoarjo  ( Depan Pendopo Lama Waru Sidoarjo ) Daerah Belakang R.S Mitra Keluarga Waru Sidoarjo ( Telp : 081330447814 )

Jakarta:
Jalan Kemanggisan Pulo 1, No. 6, RT: 01 Rw: 08 Kelurahan Pal Merah, Kecamatan Pal Merah. Jakarta Barat Kode Pos: 11480

Bandung:
Jalan Mande Raya Bo 26, Cikadut, Cicaheum Kota Bandung

Kamis, 26 Februari 2015

Jual Molecular sieve - Ady Water - 082140002080

Jual Molecular sieve - Ady Water - 082140002080

Jual Molecular sieve - Ady Water - 082140002080

EMISI GAS BUANG
    Emisi gas buang adalah gas sisa hasil pembakaran bahan bakar didalam mesin pembakaran dalam, mesin pembakaran luar, mesin jet yang dikeluarkan melalui sistem pembuangan mesin.
1. Komposisi gas buang
    Sisa hasil pembakaran berupa air (H2O), gas CO atau disebut juga karbon monooksida yang beracun, CO2 atau disebut juga karbon dioksida yang merupakan gas rumah kaca, NOx senyawa nitrogen oksida, HC berupa senyawa Hidrat arang sebagai akibat ketidak sempurnaan proses pembakaran serta partikel lepas.
2. Faktor emisi
    Apabila sejumlah tertentu bahan bakar dibakar, maka akan keluar sejumlah tertentu gas hasil pembakarannya. Sebagai contoh misalnya batu bara yang umumnya. ditulis dalam rumus kimianya sebagai C (karbon), jika dibakar sempurna dengan O2 (oksigen) akan dihasilkan CO2 (karbon dioksida). Namun pada kenyataannya tidaklah demikian.yaitu CO (karbon monoksida), HCHO (aldehid), CH4 (metana), NO2 (nitrogen dioksida), SO2 (sulfur dioksida) maupun Abu. Produk hasil pembakaran selain CO2 tersebut, umumnya disebut sebagai polutan (zat pencemar). Faktor emisi disini didefinisikan sebagai sejumlah berat tertentu polutan yang dihasilkan oleh terbakarnya sejumlah bahan bakar selama kurun  waktu  tertentu.  Dari definisi ini dapat diketahui  bahwa  jika  faktor emisi sesuatu  polutan  diketahui, maka banyaknya polutan yang lolos dari proses pembakarannya  dapat  diketahui  jumlahnya  persatuan waktu.
3. Sebaran polutan
    Polutan yang diemisikan dari sistem akan tersebar ke atmosfer.Konsentrasi  polutan  di udara sebagai hasil sebaran polutan dari sumber emisi dapat diperkirakan dengan  berbagai pendekatan, diantaranya  adalah  dengan  mo del  kotak hitam (black box  model),  model  distribusi normal Gaussian (Gaussian  Model),  dan model lainnya.
4.  Plume rise (kenaikan kepulan asap)
    Gerakan  ke  atas dari  kepulan  gas  dari  ketinggian  cerobong (stack), hingga  asap mengalir secara horisontal dikenal sebagai gplume riseh atau kenaikan kepulan asap. Kenaikan ini disebabkan adanya momentum akibat kecepatan vertikal gas maupun perbedaan suhu gflue gash dengan udara ambien. Karena adanya plume rise ini, tinggi stack secara fisik tidak dapat digunakan pada persamaan Gauss. Sebagai gantinya, tinggi stack  perlu ditambah dengan  tinggi kenaikan kepulan  asap  sehingga dikenal adanya tinggi stack efektif.
Dampak Kesehatan
    Korelasi Antara Pencemaran Udara dan KesehatanPencemaran udara dapat menimbulkan gangguan kesehatan  pada  manusia melalui berbagai cara, antara lain dengan merangsang timbulnya atau sebagai faktor pencetus sejumlah penyakit. Kelompok yang  terkena terutama bayi, orang tua dan golongan berpenghasilan rendah yang biasanya  tinggal di  kota-kota  besar dengan  kondisi perumahan dan lingkungan yang buruk.
    Menelaah korelasi antara pencemaran udara dan kesehatan, cukup sulit. Hal ini karena:
-    Jumlah dan jenis zat pencemar yang bermacam -macam.
-    Kesulitan dalam mendeteksi zat pencemar yang dapat  menimbulkan  bahaya
pada konsentrasi yang sangat rendah.
-    Interaksi sinergestik di antara zat-zat pencemar.
-    Kesulitan dalam mengisolasi faktor tunggal yang menjadi penyebab, karena  manusia terpapar terhadap sejumlah banyak zat-zat pencemar yang berbahaya  untuk jangka waktu yang sudah cukup lama.
-    Catatan penyakit dan kematian yang tidak lengkap dan kurang dapat dipercaya
-    Penyebab jamak dan masa inkubasi yang lama dari penyakitpenyakit (misalnya: emphysema, bronchitis kronik, kanker, penyakit jantung).

Untuk info dan pemesanan hubungi :

022-7239019
0821 4000 2080
0856 2476 9005
0857 2352 9677
0813 2259 9149

Pin BB: 29d2de88
              32dbbfbo

e-Mail:
adywater@gmail.com

Kantor :

Surabaya :
Jalan S. Parman IVA No.8 Waru Sidoarjo  ( Depan Pendopo Lama Waru Sidoarjo ) Daerah Belakang R.S Mitra Keluarga Waru Sidoarjo ( Telp : 081330447814 )

Jakarta:
Jalan Kemanggisan Pulo 1, No. 6, RT: 01 Rw: 08 Kelurahan Pal Merah, Kecamatan Pal Merah. Jakarta Barat Kode Pos: 11480

Bandung:
Jalan Mande Raya Bo 26, Cikadut, Cicaheum Kota Bandung